Kerajinan kaligrafi mihrab masjid

kaligrafi mihrab masjid

doeng-doeng… suara tempaan martil pada lempengan tembaga terdengar keras saat memasuki kawasan dusun Tumang, Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Dusun Tumang dikenal luas sebagai penghasil kerajinan terbesar di indonesia berbahan dasar tembaga dan kuningan yang bervariasi dan tahan lama.Semua kerajinan tembaga dan kuning memiliki karakter sendiri dan desain yang sangat ciamik.

untuk menghasilkan kerajinan tembaga dan kuningan butuh melalui proses yang begitu lama yaitu dari proses pemilihan bahan baku yang berkualitas tinggi agar bisa di buat menjadi sebuah barang,kadang kalo kita tidak jeli memilih bahan baku yang bagus maka hasil nya juga tidak bagus,setelah proses pemilihan bahan baku yang berkuwalitas tinggi kita beranjak lagi ke proses desain menggambar pola dulu nya kami mengerjakan pola itu secara manual tapi sekarang tehnologi sudah semakin maju dan kamipun mengikuti nya agar tidak ketinggalan jaman dan mempercet proses desain tersebut misalkan yang pernah kami buat salah satu nya mihrab masjid yang sudah kami pasang di jogja,islamic center lombok,di ums solo,dan masih banyak lain nya dan tidak bisa kami sebutkan satu persatu dimana kami mebuat mihrab masjid,sesudah prosen desain/membuat pola sesui kaligrafi yang di inginkan panitia masjid dan pola batik yang berkesan islami kita menuju proses penyambungan bahan baku yang di las memakai OKSIGEN dan ASETILIN atau juga bisa memakai gas LPG pengelasan antara pola pola yang sudah di potongi menjadi 1 agar membentuk hasil pola seperti apa yang sudah kami desain dan di setujui oleh pihak masjid/panitia,

proses selanjut nya adalah.penjabungan atau dikasih cairan yang di masak di panaskan dan bisa padat kalo sudah dingin,bahan baku nya yaitu atara campuran bata merah yang di haluskan seperti bubuk/tepung di campur dengan oli mesin bekas/minyak goreng di campurlagi dengan damar selo yang buat batik kami harus memilih bahan yang kuwalitasnya yang terbaik,semua bahan baku yang sudah kami sebutkan di atas di campur menjadi 1 dan di bakar memakai wajan besar sampai tercampur semua dan mencai.

setelah proses penjabungan kami menempelkan pola kaligrafi dan pola batik yang kesan nya islami itu ke bahan baku yang sudah kami jabung tadi,mulaila proses penatahan/pemahatan sesui pola pola sudah sesui kami buat dan tidak sembarang orang yang bisa penatahan/pemahatan tersebut

sesudah pemahatan pola menuju ke peneksturan atau bisa kami sebut penggedokan agar motif dan kali grafi nya bisa nimbul,

setelah proses di atas sudah selesai menuju proses pelepasan jabung dengan plat yang sudah di pahat tadi dengan di bakar biar jabung yang menempel di plat tembaga dan kuningan bisa meleleh dan bisa lebar dari jabung nya,

setelah proses pelepasan plat tembaga dan kuningan yang menembel di jabung tadi kami melakukan proses selanjutnya pembakaran plat tembaga dan kuingan agar sisa sisa jabung yang menempel bisa hilang dan plat tembaga dan kuningan menjadi lebih lunak,

setelah proses pembakaran menuju proses finifing/perataan plat tembaga dan kuningan agar bisa rata dan di kasing penguat yaitu dengan di belakang plat nya di kasih kerangka besi hollo yang mengikuti ukuran desain yang sudah kami buat.

setelah proses finising/perataan bahan dan pola pola menuju proses penyetelan/(pengelasan antara plat tembaga dan kuningan) ke kerangka besi hollo dengan ukuran menyesuikan lokasi bisa 2×2/2×4 bisa juga 4×4 yang di setujui pihat masjid/panitia.

setelah proses finising selesai menuju ke proses pengamplasan dan pemolesan agar mengkilat/juga biasa nya juga memakai bahan kimia agar bisa hitam antara tekstur dan kaligrafi beda warna kalo tembaga hitam dan merah gilap kalo kuningan hitam dan kuning,kadang juga ada pemesan yang menginginkan gilap dan di gold plated agar seperti emas dan di kasih pelapis lagi agar tahan lama dan kuat interior biasanya kuat 5-6 tahun exterior 3-4 tahun tergantung juga perawatan nya sehari hari.

salah satu foto foto mihrab masjid yang  pernah kami produksi

            

Tinggalkan Balasan